Belajar Sifat-Sifat Operasi Hitung untuk Kelas 3 SD
Mengenal Sifat-Sifat Penjumlahan dan Pengurangan
![]() |
| Sumber Poto - Belajar Matematika Lebih Mudah dengan Memahami Sifat-Sifat Operasi Hitung -www.mjbedu.guru |
Belajar Sifat-Sifat Operasi Hitung untuk Kelas 3 SD,Operasi hitung merupakan dasar dari matematika, yang harus dipahami dengan baik oleh siswa SD kelas 3. Salah satu hal yang penting dipelajari dalam operasi hitung adalah sifat-sifatnya. Sifat-sifat operasi hitung adalah aturan atau kaidah yang berlaku dalam proses penghitungan matematika. Dalam artikel ini, akan dijelaskan mengenai sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan yang wajib diketahui oleh siswa SD kelas 3.
1.Sifat-Sifat Penjumlahan
Penjumlahan adalah operasi hitung yang digunakan untuk menambahkan dua atau lebih angka. Berikut adalah sifat-sifat penjumlahan yang perlu dipahami oleh siswa SD kelas 3:
- Sifat komutatif: Jumlah dari dua bilangan tidak akan berubah jika urutan bilangan tersebut dibalik.Contoh: 2 + 3 = 3 + 2
- Sifat asosiatif: Jumlah dari tiga bilangan atau lebih tidak akan berubah jika bilangan-bilangan tersebut dikelompokkan kembali tanpa mengubah urutannya.Contoh: (1+2) + 3 = 1 + (2+3)
- Sifat identitas: Jumlah dari bilangan apapun dengan 0 akan sama dengan bilangan tersebut.Contoh: 7 + 0 = 7
2. Sifat-Sifat Pengurangan
Pengurangan adalah operasi hitung yang digunakan untuk mengurangi satu angka dengan angka lain. Berikut adalah sifat-sifat pengurangan yang perlu dipahami oleh siswa SD kelas 3:
- Sifat komplementer: Selisih antara dua bilangan sama dengan penjumlahan antara bilangan pertama dengan kebalikan bilangan kedua.Contoh: 10 - 7 = 10 + (-7)
- Sifat asosiatif: Selisih dari tiga bilangan atau lebih tidak akan berubah jika bilangan-bilangan tersebut dikelompokkan kembali tanpa mengubah urutannya.Contoh: (10-5) - 2 = 10 - (5+2)
- Sifat identitas: Selisih antara bilangan apapun dengan 0 akan sama dengan bilangan tersebut.Contoh: 8 - 0 = 8
3. Sifat Distributif
Sifat distributif adalah aturan dalam operasi hitung yang mengatur hubungan antara penjumlahan dan perkalian. Sifat distributif dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Sifat distributif penjumlahan terhadap perkalian: Hasil perkalian dari sebuah bilangan dengan hasil penjumlahan dua bilangan lain sama dengan penjumlahan hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan pertama dan bilangan kedua.Contoh: 4 x (2+3) = (4 x 2) + (4 x 3)
- Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan: Hasil penjumlahan dari dua bilangan yang dikalikan dengan bilangan lain sama dengan hasil perkalian bilangan pertama dengan bilangan tersebut ditambah hasil perkalian bilangan kedua dengan bilangan tersebut.Contoh: (2+3) x 4 = (2 x 4) + (3 x 4)
Dengan memahami sifat distributif, siswa SD kelas 3 dapat lebih mudah dalam melakukan operasi hitung yang melibatkan penjumlahan dan perkalian.
Berikut adalah beberapa contoh soal dari sifat-sifat operasi hitung
1. Sifat Komutatif Perkalian
Cara pengerjaan soal ini sangat sederhana, karena prinsip sifat komutatif adalah mengubah urutan bilangan pada operasi perkalian. Jadi, kamu hanya perlu menukar posisi bilangan yang ada di dalam soal dan kemudian melakukan operasi perkalian. Berikut contoh cara pengerjaannya pada salah satu soal:
Contoh Soal:
7 x 8 = ?
Cara Pengerjaan:
7 x 8 = 8 x 7 (menggunakan sifat komutatif)
= 56
Jadi, jawaban dari soal tersebut adalah 56.
2. Sifat Asosiatif Perkalian
Cara pengerjaan soal ini sama dengan sifat komutatif, yaitu dengan mengubah urutan bilangan pada operasi perkalian. Namun pada sifat asosiatif, yang diubah adalah pengelompokan bilangan pada operasi perkalian. Berikut contoh cara pengerjaannya pada salah satu soal:
Contoh Soal:
(4 x 5) x 2 = ?
Cara Pengerjaan:
(4 x 5) x 2 = 4 x (5 x 2) (menggunakan sifat asosiatif)
= 4 x 10
= 40
Jadi, jawaban dari soal tersebut adalah 40.
3. Sifat Identitas Perkalian
Sifat identitas perkalian menyatakan bahwa bilangan apapun jika dikalikan dengan 1 akan tetap sama nilainya. Oleh karena itu, pada soal-soal sifat identitas perkalian, salah satu bilangan pada operasi perkalian akan selalu bernilai 1. Berikut contoh cara pengerjaannya pada salah satu soal:
Contoh Soal:
5 x 1 = ?
Cara Pengerjaan:
5 x 1 = 5
Jadi, jawaban dari soal tersebut adalah 5.
4. Sifat Komplementer
Sifat komplementer menyatakan bahwa jika dua bilangan yang sama dikurangkan, maka hasilnya adalah 0. Oleh karena itu, pada soal-soal sifat komplementer, Anda hanya perlu mengurangkan bilangan yang sama dan hasilnya akan selalu 0. Berikut contoh cara pengerjaannya pada salah satu soal:
Contoh Soal:
50 - 50 = ?
Cara Pengerjaan:
50 - 50 = 0
Jadi, jawaban dari soal tersebut adalah 0.
5. Sifat Distributif
Sifat distributif menyatakan bahwa operasi perkalian dapat didistribusikan pada operasi penjumlahan atau pengurangan, dan sebaliknya. Oleh karena itu, pada soal-soal sifat distributif, Anda hanya perlu memecah operasi perkalian menjadi penjumlahan atau pengurangan terlebih dahulu, kemudian melakukan operasi yang tersisa. Berikut contoh cara pengerjaannya pada salah satu soal:
Contoh Soal:
3 x (4 + 5) = ?
Cara Pengerjaan:
3 x (4 + 5) = 3 x 9 (menggunakan sifat distributif)
= 27
Jadi, jawaban dari soal tersebut adalah 27.
Ayo berlatih dengan mengerjakan soal dibawah ini.
1. Soal Komutatif:
a. 5 + 7 = ?
b. 9 x 6 = ?
2. Soal Asosiatif:
a. (2 + 5) + 6 = ?
b. 2 x (3 x 4) = ?
3. Soal Identitas:
a. 5 + 0 = ?
b. 4 x 1 = ?
4. Soal Komplementer:
a. 8 + (-8) = ?
b. 20 - 20 = ?
5. Soal Distributif:
a. 3 x (5 + 2) = ?
b. (10 - 2) x 3 = ?
Demikianlah pembahasan mengenai sifat-sifat operasi hitung seperti komutatif, asosiatif, identitas, komplementer, dan distributif. Diharapkan dengan mempelajari sifat-sifat operasi hitung ini, kamu bisa lebih mudah dalam mengerjakan soal matematika dan memahami konsep dasar matematika dengan baik. Teruslah berlatih dan jangan takut untuk belajar matematika, karena matematika adalah ilmu yang sangat penting untuk kehidupan kita sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua. Terima kasih.

Rika sedang mempelajarinya
BalasHapus